Kamis, 17 Januari 2013

Karya Tulis Ilmiah

PENGARUH HANDPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 20 MALANG
Disusun untuk Melengkapi Tugas Bahasa Indonesia sebagai
Syarat Mengikuti Ujian Nasional (UN)


Oleh :
Kelompok 7
1.           Candra Sakti K.          (11/9E)
2.           Herwinda Irwanti       (19/9E)
3.           Norma Satya               (28/9E)
4.           Adi Nurcahyo             (34/9E)
Dinas Pendidikan Kota Malang
Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Malang
Sekolah Berstandar Nasional (SSN)
Jalan. R. Tumenggung Suryo Nomor 38 Telepon (0341) 491806 Malang
Tahun Pelajaran 2012-2013
LEMBAR PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang” ini telah disetujui pada tanggal 07 Januari 2013.
  Disetujui oleh :
Kepala SMP Negeri 20 Malang,                                     Guru Pembimbing,
Dra. Tutut Sri Wahyuni                                              Dra. Rubiati, M.Pd
NIP. 19641005 198903 2 009                                        NIP. 19680911 199512 2 005
MOTTO
Ø  Kebijakan dan kebajikaan adalah perisai terbaik.
Ø  Kesopanan adalah pengalaman yang baik bagi keburukan lainnya.
Ø  Segala yang indah belum tentu baik, tetapi segala yang baik sudah tentu indah.
Ø  Tiada hari tanpa belajar.
Ø  Pengalaman adalah guru terbaik.
Ø  Jadilah orang bijak yang dapat mengambil keputusan yang baik.
Ø  Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama.
Ø  Hati – hati secara berlebihan sama buruknya dengan tidak berhati – hati, karena membuat orang lain sangsi.
Ø  Jalan terbaik dalam mencari kawan adalah kita harus berlaku sebagai kawan.
Ø  Kebaikan tidak bernilai selama diucapkan akan tetapi bernilai sesudah dikerjakan.
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena rahmatNya penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang” dengan baik dan lancar.
Penyusunan karya tulis ini berisi penjabaran penelitian tentang pengaruh handphone. Karena kini semakin maraknya handphone di kalangan remaja SMP. Merek-merek handphone juga banyak bermunculan meramaikan industri teknologi handphone. Kemunculan handphone juga berdampak pada pelajar. Baik positif maupun negatif. Karya tulis ini juga bertujuan sebagai bahan referensi pembaca, bagaimana perkembangan handphone kini.
Penyusunan karya tulis ini tentunya tidak luput dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Tutut Sri Wahyuni selaku Kepala SMP Negeri 20 Malang, atas pengesahan karya tulis ini. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada Ibu Dra. Rubiati, M.Pd selaku pembimbing mata pelajaran Bahasan Indonesia. Terima kasih atas bimbingannya menyusun karya tulis ini. Kemudian ucapan terima kasih diucapkan kepada Ibu Yuni Rachmawati, selaku guru BK SMP Negeri 20 Malang yang telah bersedia kami wawancarai untuk menyelesaikan tugas ini. Selanjutnya ucapan terimakasih kepada Orang tua penulis, yang telah bersedia memberi dukungan serta materi. Kemudian ucapan terima kasih kepada Isti Novitasari, selaku siswi kelas 9A SMP Negeri 20 Malang yang telah bersedia  penulis wawancarai untuk melengkapi data tugas ini. Tak lupa, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman penulis yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Dan juga pihak-pihak lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran  yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca.
Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.
Malang, 07 Januari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN  JUDUL……………………………………….……………………..i
LEMBAR PENGESAHAN…..…………………………….…………………….ii
HALAMAN MOTTO…………………………………….……………………...iii
KATA PENGANTAR...………………………………….………………………iv
DAFTAR ISI………………………………………….….……………………….vi
BAB I PENDAHULUAN……...…………….……………………………….……1
1.1.Latar Belakang………………………………………………………………...1
1.2.Ruang Lingkup Penelitian……………………………………………………..3
1.3.Pembatasan Masalah…………………………………………………………..5
1.4.Rumusan Masalah……………………………………………………………..6
1.5.Tujuan Penelitian…………………………….………………………………...6
1.5.1 Tujuan Umum…………………………………………………………...7
1.5.2 Tujuan Khusus…………………………………………………………..7
1.6.Manfaat Penelitian…………………………………………………………….8
1.7.Anggapan Dasar dan Hipotesis………………………………………………..9
1.7.1 Anggapan Dasar…………………………………………………………9
1.7.2 Hipotesis…………………………………………….………………….10
1.8.Sumber Data dan Metode………………………………….…………………11
1.8.1 Sumber Data……………………………………………………………11
1.8.2 Metode………………………………………………………………….13
BAB II ANALISIS DAN PEMBAHASAN…………...…………………………15
2.1. Pengertian dari Handphone………………………………………………….15
2.2. Perkembangan Handphone Masa Kini………………………………………17
2.3. Minat Remaja terhadap Handphone Masa Kini……………………………..19
2.4. Faktor Pendorong Munculnya Keinginan Memiliki Handphone……………20
2.5. Dampak Positif dari Memiliki Handphone………………………………….23
2.6. Dampak Negatif dari Memiliki Handphone………………………………...25
2.7  Solusi untuk mengatasi pengaruh negatif dari handphone………………….25
2.8. Pembahasan hasil angket…………………………………………………….30
BAB III PENUTUP..………………………………………..……………………35
3.1. Simpulan…………………………………….……………………………….35
3.2. Saran…………………………………………………………………………36
DAFTAR RUJUKAN…...…………….…………………………………………40
LAMPIRAN…..…………………………………………………….……………42
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA…………………………………...42
DAFTAR PERTANYAAN ANGKET………………………………………….48
DIAGRAM HASIL ANGKET………………………………………………….51
GAMBAR PENDUKUNG………………………………………………………58

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini penulis akan menguraikan tentang, (1) latar belakang,  (2) ruang lingkup penelitian, (3) pembatasan masalah, (4) rumusan masalah, (5) tujuan penelitian, (6) manfaat penelitian, (7) anggapan dasar dan hipotesis, dan (8) sumber data dan metode.
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi ini remaja hidup dengan seiring perkembangan IPTEK yang memunculkan perangkat mutakhir yang kemampuan perangkat tersebut sangat jauh melaju cepat dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Peralatan itu adalah handphone. Istilah handphone ini ada yang menyebutnya HP. Perkembangan teknologi semakin memasyarakat dikalangan anak didik. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua, karena punya anak yang tidak ketinggalan zaman. Orang tua menyadari akan pentingnya HP bagi anaknya dengan berbagai alasan. Sehingga HP, dewasa ini bukan barang mewah lagi atau bukan kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan primer. Pergeseran nilai terhadap HP merupakan masalah baru bagi pelajaran ekonomi, “kalau demikian pengetahuan tentang kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dalam bidang ekonomi perlu disesuaikan”. Keberhasilan HP menggerogoti pikiran orang, tak disadari imperialisme budaya pun merajalela. kini HP adalah sakunya anak didik. HP juga mempengaruhi etika tingkah laku penggunanya. Dan HP dapat menjauhkan individu dari lingkungan masyarakat.
Permasalahan timbul sebenarnya bukan dari perangkat tersebut di zaman sekarang ini, akan tetapi kalangan pengguna perangkat tersebut yang menyalahgunakannya. Sekarang ini banyak anak-anak di bawah umur yang sudah menggunakan handphone dengan berisikan aplikasi atau software yang beberapa isinya sebenarnya tidak layak dioperasikan oleh banyak anak. Handphone menjadi karya baru yang begitu cepat perkembangannya, menjadi media komunikasi yang canggih dan tiada batasan. Selain dampak positif, ternyata juga menimbulkan dampak negatif yang tidak kalah besarnya dari dampak positifnya.
Pengawalan di dunia maya internet sangat longgar dan hampir tidak ada aturan yang mengikatnya. Perkembangan besar ini tidak direncanakan, jadi belum pernah ada seorangpun yang benar-benar berwenang atas world wide web. Sampai sekarangpun belum ada. Beberapa bagian web diorganisasikan sebagai contoh, alokasi nama ranah (domain/alamat web). Tetapi tak seorangpun yang menelusuri apa yang dimasukkan ke dalam web tersebut dan tidak ada aturan yang diterima secara internasional. Banyak orang merasa ini bagus, yang lainnya berpikir kita tetap membutuhkan kendali.
Seiring berkembangnya handphone, ternyata situasi psikologi anak juga mengalami reaksi yang beraneka macam kami ambil contoh dari siswa-siswi SMP Negeri 20 Malang. Ada dari mereka yang menggunakan handphone untuk menambah nilai pelajaran sekolah, juga ada yang justru membuat siswa malas dan sering membuang waktu di depan handphone. Banyak juga yang menyalahgunakannya untuk bertindak dan bertingkah laku menyeleweng dari norma-norma yang berlaku di masyarakat. Lebih parah lagi ternyata budaya anak-anak juga semakin cepat pertumbuhannya, dengan ada aplikasi-aplikasi yang seharusnya hanya boleh dilihat oleh orang dewasa. Oleh karena itu penulis mengambil judul Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik menyusun karya tulis yang berjudul “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang” karena banyak siswa SMP Negeri 20 Malang yang mengoperasikan handphone pada saat kegiatan belajar mengajar.
1.2    Ruang Lingkup Penelitian
            Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).
            Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Tetapi pemahaman seperti  itu  baru  memperlihatkan  satu  segi  saja  dari  kandungan  kata “teknologi”. Teknologi  sebenarnya  lebih  dari  sekedar  penciptaan  barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan  telah  menjadi  suatu  sistem  atau  struktur  dalam  eksistensi  manusia  di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “dayapencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.
            Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan me-ngembangkan  kemampuan  dari  suatu  rekayasa  dengan  langkah  dan  teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi  merupakan  Aplikasi  ilmu  dan engineering  untuk  mengembangkan  mesin  dan  prosedur  agar  memperluas  dan  memperbaiki  kondisi  manusia  atau  paling  tidak  memperbaiki  efisiensi manusia pada beberapa aspek.
Macam-macam alat teknologi informasi dan komunikasi
Perkembangan teknologi kini semakin pesat. Terbukti dengan menjamurnya produk-produk teknologi di kalangan masyarakat bahkan remaja dan anak-anak kini juga terlibat di dalamnya. Antara lain, internet, telepon, fax, push to talk, dan yang satu ini kini sedang sangat menjamur di kalangan masayarakat yaitu handphone
Handphone atau Telepon Genggam, biasanya disebut juga dengan cellular. Merupakan pengembangan teknologi telepon, dimana perangkatnya dapat digunakan sebagai perangkat untuk mobile atau berpindah-pindah.
Cara pemakaiannya cukup mudah, pertama-tama aktifkan handphone, pastikan baterai yang dipasang sudah terisi penuh. Kemudian isi pulsa, sekiranya dapat untuk menelfon atau SMS. Setelah itu penggunaannya tinggal mengikuti petunjuk dari handphone tersebut atau ikuti saja instruksi yang ada pada layar handphone.
Kegunaan dari handphone atau telepon genggam ini sama dengan telepon, hanya saja telepon genggam dapat dibawa kemana-mana karena unkuranya yang relatif kecil. Sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis.
1.3    Pembatasan Masalah
            Berdasarkan ruang lingkup diatas, maka penulis membatasi penelitian ini. Antara lain sebagai berikut.
1.3.1    Pengertian handphone.
1.3.2.   Perkembangan handphone masa kini.
1.3.3    Minat remaja terhadap handphone masa kini.
1.3.4    Faktor pendorong munculnya keinginan memiliki handphone.  
1.3.5    Dampak positif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.3.6    Dampak negatif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.3.7    Solusi untuk mengatasi pengaruh negatif dari handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.3.8    Pembahasan hasil angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang”.
1.4     Rumusan Masalah
Berdasarkan  pembatasan  masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:
1.4.1      Apa pengertian handphone?
1.4.2      Bagaimana perkembangan ­handphone masa kini?
1.4.3      Bagaimana minat remaja terhadap handphone masa kini?
1.4.4      Apa faktor pendorong munculnya keinginan memiliki handphone?
1.4.5       Bagaimana dampak positif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang?
1.4.6    Bagaimana dampak negatif handphone terhadap prestasi   belajar siswa SMP Negeri 20 Malang?
1.4.7      Bagaimana solusi untuk mengatasi pengaruh negatif handphone   terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang?
1.4.8      Bagaimana hasil angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang”.
1.5     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan masalah dari karya tulis ilmiah ini dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, yang penjabarannya sebagai berikut:
1.5.1   Tujuan Umum
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penulis dalam penulisan karya tulis ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan handphone terhadap prestasi belajar siawa SMP Negeri 20 Malang.
1.5.2   Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penulisan karya tulis ilmiah ini meliputi:
1.5.2.1   Mendiskripsikan pengartian handphone.
1.5.2.2   Mendiskripsikan perkembangan handphone masa kini.
1.5.2.3   Mendiskripsikan minat remaja terhadap handphone masa kini
1.5.2.4   Mendiskripsikan faktor pendorong muculnya keinginan memiliki handphone.
1.5.2.5   Mendiskripsikan dampak positif handphone terhadap prestasi belajar siawa SMP Negeri 20 Malang.
1.5.2.6   Mendiskripsikan dampak negatif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.5.2.7   Mendiskripsikan solusi untuk mengatasi pengaruh negatif dari handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.5.2.8   Mendriskripsikan hasil pembagian angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang”.
1.6     Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang dapat diberikan oleh karya tulis ini sebagai berikut.

1.6.1   Bagi guru :

1.             Penelitian ini sangat berguna terutama sebagai bahan untuk perkembangan untuk memotivasi siswa-siswi.
2.  Menambah wawasan mengenai bagaimana dampak penggunaan handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.
1.6.2        Bagi orang tua :
1.          Dapat mengetahui pengaruh handphone terhadap remaja masa kini.
2.    Lebih intensif lagi dalam mengawasi penggunaan handphone terhadap   remaja masa kini.
1.6.3   Bagi siswa :
1.             Dapat mengetahui dampak positif dari penggunaan handphone terhadap prestasi belajar siswa.
2.             Dapat mengetahui dampak negatif dari penggunaan handphone  terhadap prestasi belajar siswa.
3.             Dapat mengetahui batasan-batasan dalam pengguaan handphone.
1.7         Anggapan Dasar dan Hipotesis

1.7.1  Anggapan Dasar

Penggunaan handphone dalam kenyataannya hampir semua siswa SMP Negeri 20 Malang memiliki atau menggunakan handphone di sekolah. Walaupun sempat ada larangan untuk membawa handphone ke sekolah siswa tetap saja membawa dengan alasan untuk berkomunikasi dengan orang tua atau pun penjemput.
          Banyak siswa SMP Negeri 20 Malang yang tidak pernah/bisa lepas dari handphone baik wakt istirahat maupun waktu jam pelajaran. Kedisiplinan siswa kurang karena masih banyak yang menggunakan handphone tidak pada saatnya. Mereka cenderung meremehkan aturan yang ada.
          Selain siswa, ada beberapa guru SMP Negeri 20 Malang yang sengaja menggunakan atau mengoperasikan handphone pada saat mengajar. Guru sengaja membiarkan murid mencatat atau ramai, sedangkan sang guru asyik memainkan handphone-nya. Bahkan terkadang guru sengaja keluar kelas untuk bertelepon dengan seseorang dan membiarkan muridnya di dalam kelas.
          Pada akhirnya siswa lebih memfokuskan diri pada handphone dibandingkan dengan pelajarannya.
          Penyalahgunaan handphone juga dilakukan dalam hal lain. Beberapa siswa SMP Negeri 20 Malang menyimpan video atau gambar porno di handphone-nya. Dalam hal ini yang lebih dominan melakukannya adalah siswa laki-laki. Bahkan terkadang untuk menarik perhatian kawan, siswa mengajak teman-teman lainnya ikut menyaksikan dan menyimpan video atau gambar tersebut. Dan kini tidak hanya sebatas memengaruhi siswa laki-laki, siswi perempuan pun juga dipengaruhi.
          Dengan demikian, sedikit siswa yang menggunakan handphone hanya untuk keperluan sekolah saat berada di kawasan/ lingkungan sekolah. Handphone telah banyak di isi konten-konten hiburan saja, yang bahkan tidak jarang bersifat dan berdampak negatif bagi siswa.
Hal ini dikarenakan pengawasan guru kepada siswa terhadap penggunaan handphone demi prestasi belajar siswa kurang ketat. Bahkan ada beberapa guru yang dengan sengaja membiarkan muridnya mengoperasikan handphone ketika kegiatan belajar berlangsung.
  1.7.2   Hipotesis
Penulis beranggapan siswa SMP Negeri 20 Malang mayoritas memiliki dan menggunakan handphone. Salah satu penyalahgunaan fungsi handphone yang kini begitu nge-trend adalah sebagai sarana mengakses situs porno dan sebagai sarana untuk menyontek. Kedua fungsi negative atau dampak dari ketiadaannya pembatasan / pengawasan oleh penggunaan handphone, membuat pengaruh yang sangat kontras bagi siswa.
Minat belajar siswa menjadi menurun, karena waktu dihabiskan dengan menatap layar handphone, yang dirasa lebih mengasyikkan dan menghibur. Selain minat belajar siswa juga menjadi berprilaku kurang sopan. Lebih individualisme dan suka berkata tidak baik (jorok). Sebagai dampak dari pengaksesan situs atau film porno.
Adanya aplikasi game yang semakin semarak si dalam handphone juga berdampak pada minat belajar siswa. Siswa lebih tertarik bermain game di handphone dari pada membaca buku atau belajar.
Sedangkan fungsi positif daripenggunaan handphone di kalangan siswa-siswi SMP Negeri 20 Malang juga tak kalah. Melalui Handphone informasi mengenai pelajaran dapat dengan mudah disebarkan atau diketahui. Memudahkan siswa dalam berdiskusi secara tertulis melalui pesan singkat (SMS) jika jarak rumah dari anggota kelompok berjauhan. Dengan fitur handphone yang semakin canggih, siswa memanfaatkannya untuk mencatan tugas-tugas sekolah di salah satu aplikasi yang dapat mengingatkan pemilik handphone sesuai settingan yang dipasang sebelumnya.
Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah adanya pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang.

1.8          Sumber Data dan Metode

Dalam penulisan karya tulis ini penulis juga mengumpulkan data-data dengan sumber data dan metode sebagai berikut.
   1.8.1    Sumber Data
       1.  Buku
Penulis menggunakan atau mengambil sumber data dari beberapa buku untuk kelengkapan informasi yang dibutuhkan, antara lain.
tulis buku apa saja yang kalian gunakan untuk referensinya, secara numbering menurun.
2.    Internet
Penulis juga mengambil informasi dari media lain selain buku, salah satunya internet. Situs yang kami kunjungi sebagai berikut.
tulis alamat web atau situs yang telah kalian kunjungi untuk menunjang atau menambah info di penelitianmu.
 1.8.2    Metode
   1.  Wawancara
Wawancara ini penulis tujukan kepada guru BK, wali murid, dan siswa SMP Negeri 20 Malang.
Untuk wawancara peneliti akan mewawancarai :
sebutkan siapa saja orang yang kamu wawancarai. tulis secara bernomor menurun.
2.    Angket
Penyebaran angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa-Siswi SMP Negeri 20 Malang” kepada 100 siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 20 Malang. Pada hari tulis hari dan tanggal.
3.      Observasi
Penulis juga melakukan observasi terhadap siswa-siswi SMP Negeri 20 Malang dengan penggunaan handphone dalam lingkungan sekolah. Hasil observasi bisa dalam bentuk foto yang akan di lampirkan pada lembar lampiran. Pada hari tulis aja tanggalnya.

BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab analisis dan pembahasan ini penulis menjabarkan analisis dan pembahasan yang meliputi (1) pengertian handphone, (2) perkembangan handphone masa kini, (3) minat remaja terhadap handphone masa kini, (4) faktor pendorong munculnya keinginan memiliki handphone, (5) dampak positif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang, (6) dampak negatif handphone terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 20 Malang, (7) solusi untuk mengatasi pengaruh negatif dari handphone terhadap prestasi belajar siawa SMP Negeri 20 Malang, (8) hasil angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang”.
2.1 Pengertian Handphone
Handphone atau biasa disebut Telepon Genggam atau yang sering dikenal dengan nama Ponsel merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless): (Wikipedia.org)
Selain itu, Pengertian Handphone dapat didefinisikan sebagai sebuah alat elektronik yang digunakan untuk telekomunikasi radio dua arah melalui jaringan seluler dari BTS yang dikenal sebagai situs sel. Ponsel berbeda dari telepon tanpa kabel, yang hanya menawarkan layanan telepon dalam jangkauan terbatas melalui stasiun pangkalan tunggal menempel pada garis tanah tetap, misalnya di dalam rumah atau kantor.
Sebuah ponsel memungkinkan pengguna untuk membuat dan menerima panggilan telepon dari dan ke jaringan telepon publik yang meliputi ponsel lain dan telepon fixed-line di seluruh dunia. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan ke jaringan seluler milik operator jaringan mobile. Fitur utama dari jaringan selular adalah bahwa hal itu memungkinkan panggilan telepon mulus bahkan ketika pengguna sedang bergerak di sekitar wilayah yang luas melalui proses yang dikenal sebagai handoff atau handover.
Selain menjadi telepon, Ponsel modern juga mendukung layanan tambahan banyak, dan aksesoris, seperti SMS (atau teks) pesan, e-mail, akses Internet, game, Bluetooth dan inframerah komunikasi nirkabel jarak pendek, kamera, MMS messaging, Player radio, MP3 dan GPS. Ponsel Low-end sering disebut sebagai fitur ponsel, sedangkan ponsel high-end yang menawarkan kemampuan komputasi yang lebih maju yang disebut sebagai smartphone.
Telepon genggam pertama ditunjukkan oleh Dr Martin Cooper dari Motorola pada tahun 1973, menggunakan handset berat 2 kg (4.4 lb). Motorola merilis ponsel komersial pertama tersedia, DynaTAC 8000x pada tahun 1983. Pada tahun 1990 12,4 juta orang di seluruh dunia telah langganan selular. Pada akhir tahun 2009, kurang dari 20 tahun kemudian, jumlah pelanggan selular di seluruh dunia mencapai sekitar 4,6 miliar, 370 kali nomor 1990, menembus negara-negara berkembang.
2.2 Perkembangan Handphone Masa Kini
Kalau bicara  perkembangan handphone sepertinya tidak akan pernah berhenti. Sejarah Perkembangan handphone bermula di awal abad 19, sungguh perjalanan teknologi yang sangat lama. Literatur sejarah Perkembangan handphone adalah sebagai berikut.
Tahun 1910 adalah permulaan telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson (Swedia), pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson dan merupakan bidang bisnis telegraf.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan perusahaan Motorola-nya.
Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros.Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS.
Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik.
Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel. Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara.
Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.
Demikianlah sejarah perkembangan handphone terbentuk, perkemba-ngan handphone terus berlanjut, Teknologi Handphone akan terus bergulir, inovasi baru akan terus muncul pada masa-masa yang akan datang.
2.3 Minat Remaja terhadap Handphone Masa Kini
Dilihat dari perkembangan handphone yang begitu pesat menandakan bahwa handphone sangar berperan penting dalam sarana untuk berkomunikasi. Selain itu, perkembangan handphone yang kian merajalela itu juga untuk memenuhi permintaan konsumen.
Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh penulis, minat remaja atau yang dimaksud disini adalah siswa-siswi SMP Negeri 20 Malang terhadap handphone masa kini cukup tinggi. Dari hasil pembagian angket menunjukkan bahwa 90% siswa memiliki handphone. Dan dari pertanyaan ‘setujukah Anda bila adanya larangan membawa handphone ke sekolah?’ 42% siswa menjawab tidak, 32% menjawab ya, dan 26% menjawab ragu-ragu.
Jika dulu hanya segelintir orang saja yang memiliki handphone, kini semua kalangan dapat memilikinya. Begitu pula remaja. Tingginya minat remaja terhadap handphone membuat sebagian besar dari mereka tidak dapat lepas dari handphone­ dan waktunya labih banyak dihabiskan untuk bermain handphone.
Hasil ini menggambarkan begitu tingginya minat siswa terhadap handphone beredar kini. Serta menunjukkan bahwa cukup banyak siswa yang mulai merasa tak dapat hidup tanpa sebuah handphone.
2.4 Faktor Pendorong Munculnya Keinginan Memiliki Handphone
  Tingginya minat remaja terhadap handphone masa kini tak luput dari beberapa faktor pendukung, yang diantaranya :
1.   Semakin Canggihnya Handphone Masa Kini
Jika dahulu handphone hanya berfungsi sebagai sarana berkomunikasi. Memudahkan seseorang yang jauh dari kita namun tetap mudah untuk berkomunikasi tanpa peduli jarak. Memang fungsi handphone yang satu ini tetap ada hingga kini.bahkan sistemnya sudah semakin canggih. Dari yang hanya mendengarkan suara saja, kini kita dapat bertatap muka dengan si penelepon atau orang yang kita telepon.
Selain berfungsi untuk berkomunikasi, sekarang handphone juga dilengkapi oleh fitur-fitur canggih lainnya. Dari layar 3D (tiga dimensi), kamera yang resonansinya tinggi, game-game 3D, Bluetooth, konten music, radio, dan yang sekarang sedang digandrungi remaja yaitu akses internet. Hampir semua handphone keluaran baru akan menyediakan fitur ini. Apalagi dengan adanya facebook dan twitter semakin membuat remajamasa kini tak dapat lepas dari internet.
Dengan keberadaan internet di handphone semakin memudahkan pengguna untuk mengakses internet dimana saja dan kapan saja. Yang pada akhirnya kecanggihan ini membuat remaja begitu ketergantungan dengan handphone. Dilihat dari kecanggihan handphone ini adalah salah satu faktor kuat yang mendorong remaja untuk memiikinya.
2.   Harga yang Ekonomis
Faktor ini sangatlah mendukung bagi remaja atau siswa. Memang beberapa merek handphone yang branded akan menawarkan harga yang relative tinggi. Bahkan bisa mencapai jutaan. Walau begitu produk selalu laris di pasaran.
Namun, kini banyak sekali bermunculan merek-merek handphone baru. Biasanya merek baru ini akan ‘menembak’ atau meniru produk handphone dari merek handphone yang branded. Merek-merek baru ini akan berusaha meniru semirip mungkin. Untuk menarik konsumen, produk-produk tiruan ini akan dijual dengan harga miring. Bisa jadi perbandingannya hingga 50%-60% dari harga produk asli.
Dengan harganya yang ekonimis ini remaja mudah untuk memperoleh atau memliki sebuah handphone.
3.   Orang Tua
Banyak orang tua yang sibuk bekerja siang hingga malam. Terkadang tak ada waktu untuk berkomunikasi dengan anak.dari sini orang tua berinisiatif untuk memberi handphone kepada sang anak. Orang tua berharap dengan adanya handphone dapat berkomunikasi lancer dengan sang anak.
Dukungan dari orang tua untuk memiliki juga menjadi factor penting dalam tingginya minat remaja terhadap handphone. Bagi orang tua handphone memudahkan untuk berkomunikasi dan mengontrol anaknya. Tanpa tahu dengan baik bagaimana fungsi dan dampak dari kecanggihan handphone yang diberikan.
4.   Faktor Pergaulan
Selain faktor-faktor yang sudah dijelaskan di atas, masih ada faktor lain yang mendorong atau mempengaruhi remaja ingin memiliki handphone.
Pergaulan juga dapat memicu keinginan remaja untuk memiliki handphone. Terlabih jika remaja-remaja yang bergaul secara berkelompok atau bergeng-geng. Biasanya geng-geng tersebut memiliki anggota dari keluarga yang mampu sehingga memiliki berbagai alat canggih yang salah satunya adalah handphone.
Bagi anggota yang berlatar belakang dari keluarga yang sederhana maka pasti akan merasa ingin memiliki juga. Ada yang mampu untuk membeli dan ada pula yang tidak mampu membeli. Dari rasa ingin memiliki yang begitu besar tak jarang sang kawan tega mencuri handphone milik temannya sendiri.
Ada pula yang leader geng mengharuskan anggotanya untuk memiliki handphone. Yang tidak memiliki akan sedikit di kucilkan. Pergaulan sangat berpengaruh terhadap keinginan remaja untuk memiliki handphone. Walaupun sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
2.5  Dampak Positif Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang
Banyak orang percaya bahwa banyak sekali pengaruh handpho-ne terhadap prestasi belajar siswa. Handphone sendiri atau yang biasa disebut dengan HP ini tentu bukan hal asing lagi bagi para siswa sekolah. Bila dulu penggunaannya mungkin hanya terbatas pada siswa sekolah tingkat atas dan universitas, zaman sekarang siswa SD pun sudah banyak yang memiliki HP.
Tak bisa dipungkiri bahwa handphone memang punya beragam manfaat, tak hanya bagi orang kantoran atau orang dewasa lainnya, tapi juga bagi para pelajar. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pula dampak-dampak positif handphone yang merugikan para siswa.
Untuk mengetahui lebih jauh apa saja pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa, berikut adalah beberapa contoh kegunaan handphone dari segi positif.
1.     Sebagai alat komunikasi jarak jauh, handphone menjadi andalan siswa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini bisa mempermudah siswa untuk mengkoordinasi teman-temannya bila ingin belajar kelompok atau mengerjakan tugas bersama.
2.     Handphone diciptakan untuk memudahkan kehidupan, dan sudah terbukti bahwa hidup siswa pun memang cukup terbantu oleh keberadaan handphone.
Misalnya, di luar jam sekolah, siswa bisa berkomunikasi dengan temannya untuk menanyakan materi tugas atau PR tanpa harus keluar rumah yang bisa menghabiskan banyak waktu.
3.     Handphone bisa menyimpan suatu data dan mudah dibawa kemana-mana, ini tentu sangat berguna. Manfaat handphone bagi siswa berdasarkan hal ini misalnya  siswa bisa mencatat materi pelajaran dan bisa menghapalnya di mana pun dan kapan pun.
Contoh lain, siswa mencatat beberapa informasi penting dan menyimpannya dalam HP, misal pengumuman ujian, suatu materi yang ia lihat di sebuah buku di toko buku, dll.
4.     Pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa tak hanya dalam bidang pelajaran. Handphone memiliki fitur-fitur hiburan, seperti musik (MP3) atau game. Fitur ini bisa menghibur para siswa yang mungkin penat saat belajar. Dengan demikian otak siswa akan kembali segar dan mampu menampung materi pelajaran dengan baik.
5.     Saat ini telah banyak diproduksi handphone berfitur internet. Hal ini cukup memudahkan para siswa untuk mencari informasi tentang materi pelajaran lewat internet yang sudah tersedia di handphone.
2.6  Dampak Negatif Handphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang
Pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa memang cukup banyak. Selain dari segi positif, banyak pula pengaruh negatif handphone yang patut diwaspadai dan seharusnya dihindari.
1.   Hal negatif handphone yang mungkin paling menonjol adalah fitur internetnya. Walau memudahkan siswa untuk mencari informasi pelajaran, pada kenyataannya hampir semua siswa menggunakan fitur ini untuk hiburan semata.
Apakah itu adalah hal yang salah? Tentu saja tidak, asalkan digunakan sesuai kapasitas. Namun faktanya, cukup banyak prestasi siswa yang menurun hanya karena terlalu asyik dengan dunia maya yang ada dalam HP, misal asyik dengan jejaring sosial yang kini sedang marak.
2.   Selain fitur internet, fitur game dalam HP pun cukup mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Sama seperti internet, game tidak akan merugikan bila digunakan sesuai aturan dan memiliki batasan. Tapi, umumnya siswa malah keasyikan bermain game dan lupa untuk belajar.
3.   Hal negatif lain adalah penggunaan handphone di saat ujian. Hal seperti ini sudah sering sekali ditemukan di sekolah-sekolah Indonesia. Keberadaan handphone yang digunakan untuk mencontek, mungkin memang akan meningkatkan nilai ujian, tapi akan sangat memperburuk mental siswa.
Mereka menjadi selalu tergantung pada teman atau pada contekan yang disiapkan di dalam HP.  Bila nilai bagus tidak seiring dengan kecerdasan, hal ini sangat merugikan sekali.
2.7  Solusi Untuk Mengatasi Pengaruh Negatif dari Handphone terhadap   Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang
Sebagian besar orang didunia pasti tidak terpisahkan lagi dengan yang namanya ponsel. Terutama pada kalangan remaja, ponsel sudah menjadi kebutuhan primer untuk menunjukan status sosial. Karena remaja sering bergaul, maka mempunyai ponsel adalah suatu keharusan.
            Namun, tahukah anda bahwa ponsel mempunyai dampak buruk. Agar dapat terhindar dari dampak buruk ponsel, saya akan memberikan tips sederhana agar terhindar dari dampak buruk ponsel. Berikut beberapa tips nya:
1)   Aturlah jadwal kapan kamu bisa menggunakan ponsel dan biasakanlah untuk  mematuhinya. Misalnya sepulang sekolah.
2)   Tetapkan jatah pulsa untuk beberapa hari, beberapa minggu, atau untuk sebulan. Misalnya, 10 ribu seminggu atau 100 ribu untuk sebulan. Dan biasakan mematuhinya.
3)   Belajarlah menjadi pendengar yang baik dan fokus pada asa yang sedang kamu hadapi saat itu, entah pelajaran, orang lain.
4)   Seringlah berkumpul bersama teman, sahabat sehingga tidak perlu kamu setiap hari berbicara lewat ponsel dengan teman atau sahabat mu.
5)   Ikutilah aktivitas di sekolah untuk menyalurkan hobi.
6)   Matikan ponsel di malam hari.
Selain pengendalian dari diri sendiri, jiga perlu adanya pengawasan dari orang tua dan guru. Agar remaja atau siswa-siswi terhindar dari pengaruh atau dampak negative dari handphone, maka ada perlunya orang tua maupun guru dapat mengawasi dengan baik.
a.                       Pengawasan dari orang tua :
1)   Mengetahui atau menguasai handphone yang diberikan kepada anak. Saat akan membeli handphone untuk anak, pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan anak. Banyak orang tua yang dengan mudah memfasilitasi anaknya dengan handphone tanpa tahu bagaimana pengoperasian handphone secara menyeluruh. Sehingga saat berusaha untuk mengontrol handphone sang anak, orang tua malah dibohongi. Karena tidak tahu cara pengoperasian handphone tersebut.
Setelah mempertimbangkan handphone yang cocok untuk anak, hendaknya orang tua berusaha untuk menguasai handphone tersebut. Ketahui satu demi satu fitur-fitur dan konten-konten yang ada pada handphone. Kemudian berikan kepada anak.
2)   Memberi nasihat serta motivasi-motivasi yang membuat anak tak terlalu sering bermain handphone. Ketika memberikan handphone kepada anak orang memberika beberapa pesan atau nasihat. Tentang bagaimana penggunaannya agar bisa bersifat positif maupun fitur-fitur negatifnya. Serta menjelaskan dampaknya.
Sehingga anak akan tahu bagaimana cara penggunaan handphone yang naik dan benar.
3)   Mengontrol secara berkala. Pengontrolan juga penting dalam pengawasan anak. Dalam mengontrol orang tua berusaha untuk bersikap seolah-olah hanya meminjam handphone atau hanya sekedar meminta SMS. Sehingga anak tidak curiga dan tidak berusaha untuk menghapus/mengunci konten-konten tertentu yang ada di handphone.
Dengan begitu orang tua dapat mengetahui apa saja yang dilakukan anak dengan handphone. Selain itu pengontrolan seperti ini juga membuat orang tua tidak mudah lupa dengan cara mengoperasikan handphone sang anak.
4)   Mengawasi SMS yang keluar maupun masuk ke handphone anak. Cara ini masih jarang digunakan oleh orang tua. Karena mungkin caranya yang sedikit rumit. Serta dalam pelaksanaannya ada tambahan biaya karenapengiriman  SMS akan berlipat. SMS yang masuk ke nomor handphone anak akan juga masuk ke nomor handphone orang tua. Begitu pula dengan pesan keluar atau dikirim oleh sang anak kepada orang lain juga akan terkirim ke nomor orang tua.
Untuk dapat mengurus sistem seperti ini orang tua harus mengkonfir-masike kantor Telkom terdekat. Dan aka nada tambahan biaya di setiap bulannya.
b.        Pengawasan dari guru :
1)   Guru harus semakin cermat dengan siswa-siswi yang menggunakan handphone di dalam kelas. Biasanya siswa yang menggunakan handphone di dalam kelas pandangannya akan cederung menghadap ke arah bawah. Tangan siswa berada di bwah meja, yang mungkin di kolom meja siswa meletakkan handphone-nya. Dan, dari raut wajahnya terlihat bahwa siswa tidak focus.
2)   Memberkan sanksi tegas kepada siswa yang ketahuan menggunakan handphone di kelas ataupun di area sekolah bukan pada waktunya. Sanksi bisa dalam bentuk teguran tegas, pemberian point pelanggaran, atau bahkan menyita handphone siswa. Agar siswa jera untuk mengulanginya lagi.
Memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai dampak positif dan juga negative dari penggunaan handphone. Sehingga siswa terdorong untuk tidak menggunakan handphone secara berlebihan.
Handphone juga mempunyai radiasi yang cukup besar. belum ada penelitian final yang menyatakan bahwa radiasi yang dihasilkan oleh ponsel memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan. Namun, ada baiknya jika kita mulai mencegah kemungkinan terkena dampak buruk radiasi sejak dini.
Berikut adalah beberapa tips atau hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai menghindari dampak dari radiasi handphone yang bisa saja akan merugikan kesehatan kita di lain hari. Berikut tipsnya:
c. Mencegah Kemungkinan Radiasi dari Ponsel
1)   Gunakan speaker atau headset
Headset tak memancarkan radiasi sebanyak ponsel. Para peneliti masih belum sepakat mengatakan mana yang lebih aman, apakah headset yang menggunakan kabel atau yang tidak. Karena konon, headset dengan kabel pun masih mengeluarkan radiasi, meski dalam tingkat kecil. Jadi, jika dalam keadaan sepi, dan tidak mengganggu orang lain, ada baiknya jika sesekali Anda menjawab telepon dengan menggunakan mode speaker.
2)   Perbanyak mendengar, kurangi bicara
Ponsel memancarkan radiasi ketika Anda berbicara atau mengetik SMS, tapi tidak memancarkan radiasi ketika sedang menerima pesan. Maka, usahakan untuk mendengarkan lebih banyak saat bicara dengan ponsel, ketimbang berbicara.
3)   SMS
Ponsel tidak menggunakan tenaga banyak ketika kita mengirimkan teks ketimbang ketika ponsel bertugas mengirimkan suara kita. Artinya, tenaga berkurang, radiasi yang dikeluarkan pun juga berkurang. Lagipula, ketika kita mengetik SMS, artinya kita menjauhkan ponsel dari kepala kita.
4)   Sejauh lengan
Ketika Anda menggunakan headset untuk menjawab telepon, usahakan untuk menjauhkan ponsel dari telinga, dada, atau pinggang. Bagian-bagian tersebut, termasuk perut adalah bagian-bagian tubuh yang mudah menyerap radiasi. Usahakan untuk menjauhkan ponsel yang sedang menerima telepon lewat headset dari perut Anda.
5)   Sinyal hilang? Matikan saja.
Ketika si ponsel tidak bisa menerima sinyal cukup, ia harus mengeluarkan usaha lebih kencang untuk mencari menara pemancar. Artinya, lebih banyak emisi yang ia keluarkan. Saat Anda harus menggunakan ponsel, upayakan sinyal berada dalam kondisi penuh. Lagipula, ponsel yang terlalu lama berusaha mencari sinyal hanya akan menghabiskan baterainya.
6)   Tak perlu pelindung
Ketika Anda menggunakan sarung pelindung tambahan untuk telepon, artinya Anda menutup jalur telepon untuk bisa bekerja dengan optimal. Artinya, ia akan berusaha lebih keras untuk mencari sinyal, sehingga lebih banyak radiasi yang ia keluarkan.
7)   Kurangi penggunaan ponsel pada anak
Otak anak-anak menyerap radiasi ponsel dua kali lebih banyak ketimbang orang dewasa. Disarankan untuk menjauhkan anak-anak dari ponsel untuk melindunginya dari bahaya yang belum diketahui di masa depan. 
2.8    Hasil Angket tentang “Pengaruh Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 20 Malang”
disini kalian tinggal menjabarkan saja hasil pembagian angket yang telah kalian lakukan berupa paragraf. jangan lupa beri kesimpulan setiap 3-4 nomor sekali.
BAB III
PENUTUP
Dalam bab penutup ini penulis mengemukakan simpulan dan saran dari penelitian.
3.1 Simpulan
            Remaja perkotaan banyak yang sudah memiliki telepon seluler milik sendiri dengan alasan utama ialah kebutuhan informasi. Saat ini para remaja menggunakan telepon seluler mereka dengan frekuensi penggunaan yang tinggi sekitar dua puluh kali dalam satu hari. Penggunaan yang paling banyak digunakan adalah penggunaan fitur SMS. Hal ini dikarenakan penggunaan SMS dianggap lebih efisien, efektif, dan memakan biaya yang sedikit.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan telepon seluler yang tinggi akan  menurunkan minat membaca remaja maka akan menurunkan juga tingkat pengetahuan mereka. Hal ini berhubungan dengan kesuksesan atau prestasi yang mereka capai, tentunya akan lebih rendah dibandingkan dengan para remaja yang mempunyai minat belajar yang tinggi. Secara tidak langsung, penggunaan telepon seluler pada remaja yang menimbulkan ketergantungan akan menurunkan motivasi belajar remaja tersebut untuk berusaha lebih baik lagi.
Telepon seluler adalah salah satu media untuk berkomunikasi secara efisien dan efektif meskipun terpisah jarak dan ruang. Fungsi yang utama ialah untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan menambah wawasan. Disarankan setiap remaja sebaiknya menggunakan telepon seluler mereka untuk fungsi-fungsi tersebut dalam kategori positif misalnya untuk berkomunikasi dengan orang tua, keperluan belajar, dan keperluan lainnya yang memang sesuai dengan kebutuhan saja. Meskipun telepon seluler mempunyai dampak positif tetapi penggunaanya disarankan remaja tidak menggunakan dengan frekuensi yang tinggi sehingga menimbulkan dampak negatif yaitu ketergantungan. Hal ini dikarenakan ketergantungan dapat menurunkan tingkat motivasi dari remaja itu sendiri yang berujung pada kegagalan terutama bidang akademik.
Dari  penjabaran di atas dapat disimpulkan kembali bahwa hipotesis yang penulis kemukakan cukup akurat. Memang benar sebagian besar atau bahkan hampir seluruh siswa SMP Negeri 20 Malang memiliki dan menggunakan handphone. Demikian pula dengan dampak-dampak yang ditimbulkannya.
3.2 Saran
1)        Guru
a.       Penyuluhan Dampak Handphone
Agar siswa lebih mengerti bagaimana penggunaan handphone pihak guru sebaiknya mengadakan penyuluhan dampak handphone sebagaimana halnya pengadaan penyuluhan bahaya narkoba secara rutin. Dengan demikian, bisa membantu siswa dalam penggunaan handphone agar lebih afektif.
b.      Penerapan Peraturan yang Lebih Disiplin Lagi.
Banyak sekolah yang telah menerapkan berbagai peraturan tentang handphone. Tapi pada kenyataannya masih banyak pula siswa yang berani melanggarnya. Hal tersebut dikarenakan sanksi yang diberikan masih terlalu ringan atau masih dapat ditanggulangi oleh siswa. Sehingga perlu peraturan atau sanksi yang lebih ketat/keras lagi, agar siswa enggan untuk melanggarnya.
2)        Orang Tua
a.       Ketersediaan berbagai teknologi.
Ada anak yang sebelumnya berprestasi dan seiring berjalannya waktu, prestasi si anak terus menurun. Setelah diselidiki secara mendalam, ternyata penurunan mulai terjadi saat orang tua membelikan Blackberry(BB) untuk si anak. Waktu belajar yang seyogyanya diisi dengan belajar dihabiskan oleh anak tersebut dengan sibuk ber-BB ria. Perkembangan teknologi sering ikut menghancurkan prestasi yang telah diraih siswa saat digunakan secara tidak tepat.
b.      Dukungan orang tua
Memang menjadi dilema bagi orangtua untuk tidak membelikan HP pada anaknya. Jika harus membeli HP seharusnya orang tua harus mampu memproteksi permata hatinya dari pengaruh negatif dari HP. Secara berkala orang tua harus memeriksa isi HP putra-putrinya. Bagi sekolah yang tidak melarang siswanya membawa HP harus secara berkala melakukan razia terhadap penggunaan HP agar siswa terjamin bebas dari pengaruh destruktif HP.
Bagi orangtua, ada beberapa isyarat untuk mencurigai perilaku anaknya yang telah menyimpan file gambar atau video tidak senonoh. Adapun perilaku tersebut;
-            Anak tidak meletakkan HP sembarangan di rumah
-            Orang lain tidak dibenarkan untuk membuka HP-nya termasuk orangtuanya.
-            Anak selalu menyendiri dan asyik dengan HP-nya
Jika anak/siswa telah menunjukkan perilaku di atas, sebaiknya orang tua harus dengan paksa memeriksa isi HP anaknya sebagai upaya preventif agar anak terbebas dari pengaruh negatif HP. Berdasarkan paparan di atas, sangatlah wajar jika beberapa sekolah mengambil kebijakan melarang siswanya membawa HP ke sekolah sebagai upaya preventif dan kepedulian terhadap masa depan siswanya.
c.       Dukungan lingkungan.
Lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu faktor penting di dalam menciptakan prestasi belajar siswa. Saat anak Anda bergaul di lingkungan anak-anak yang mau dan senang belajar, anak Anda akan terpengaruh secara positif untuk melakukan hal yang sama. Lain halnya jika anak Anda bergaul dengan anak-anak yang senang menghabiskan waktu dengan bermain, maka anak Anda juga akan mudah terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.
3)        Siswa
a.        Motivasi.
Motivasi memegang peranan penting bagi siswa di dalam meraih prestasi. Siswa dengan motivasi yang tinggi walau kemampuannya biasa saja akan meraih prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan baik tetapi tanpa motivasi.
b.      Pengaturan Waktu yang Efektif
Keefektifan dalam beraktifitas sangat berpengaruh terhadap prestasi seseorang. Oleh karena itu, gunakan waktu dengan se-efektif mungkin. Terutama dalam pembagian waktu antar bermain handphone dengan belajar rutin.

DAFTAR RUJUKAN

LAMPIRAN
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
a.         Guru
Pertanyaan
1)      Bagaimana pendapat Anda tentang siswa yang sudah menggunakan handphone?
2)      Menurut Anda apa saja pengaruh handphone terhadap prestasi siswa?
3)      Apakah menurut Anda penggunaan  handphone oleh para siswa sudah efektif?
4)      Apakah ada perbedaan dari segi prestasi siswa yang memakai handphone dengan yang tidak menggunakan handphone?
5)      Bagaimana ciri-ciri siswa yang bermain handphone pada saat KBM?
6)      Apa yang biasa Anda lakukan bila menemui siswa yang bermain handphone pada saat KBM?
7)      Bila Anda merampasnya, apakah Anda akan memanggil wali murid dari anak tersebut? Mengapa?
8)      Bila Anda hanya menegurnya, apakah Anda yakin jika siswa tersebut tidak akan mengulanginya? Mengapa?
9)      Tindakan atau peraturan bagaimana yang sudah di terapkan oleh sekolah?
10)  Apa yang akan Anda lakukan bila ada wali murid yang protes terhadap peraturan tidak boleh membawa handphone ke sekolah?
b.        Orang Tua
1)      Apakah anak Anda menggunakan handphone?
2)      Menurut Anda apa dampak negatif  penggunaan handphone bagi anak Anda?
3)      Menurut Anda apa dampak positif  penggunaan handphone bagi anak Anda?
4)      Bagaimana cara Anda agar prestasi belajar anak Anda tidak terganggu dengan penggunaan handphone?
5)      Bagaimana Anda memilih handphone yang sesuai dengan anak Anda?
6)      Bagaimana sikap Anda jika seandainya anak Anda tertangkap sedang memaikan handphone saat kegiatan belajar di dalam kelas dan handphone anak Anda disita?
7)      Apa pendapat Anda tentang peraturan sekolah yang tidak boleh mengaktifkan handphone pada saat kegiatan belajar di kelas?
8)      Bagaimana pendapat Anda dengan seandainya adanya larangan membawa handphone ke sekolah?
9)      Bagaimana cara Anda mengontrol anak Anda agar tidak berlebihan dalam menggunakan handphone?
10)  Bagaimana cara Anda mengatsi anak Anda agar tidak menyalahgunakan handphone?




c.         Siswa

1)      Bagaimana penggunaan handphone dalam keseharian Anda?
2)      Apakah handphone berpengaruh penting bagi Anda? Berikan contoh beserta alasannya!
3)      Apakah handphone menyita waktu belajar Anda?
4)      Bagaimana cara Anda untuk mengatur antara bermain handphone dan waktu belajar?
5)      Bagi Anda apa pengaruh positif dari handphone?
6)      Bagi Anda apa pengaruh negative dari handphone?
7)      Bagaimana handphone berguna untuk membantu belajar Anda?
8)      Menurut anda apakah handphone membuat siswa malas belajar? Mengapa?
9)      Menurut Anda apa yang menyebabkan remaja kini begitu berminat untuk memiliki handphone?
10)  Bagaimana cara Anda untuk menjauhi fitur-fitur negative yang disediakan handphone?
DAFTAR PERTANYAAN ANGKET
1.      Apakah Anda mempunyai handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

2.      Apakah orang tua Anda mengizinkan Anda menggunakan/ membawa handphone di sekolah?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

3.      Apakah pada saat belajar di rumah handphone Anda dinonaktifkan?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

4.      Apakah Orang Tua Anda menegur saat melihat Anda belajar sambil memainkan handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

5.      Apakah Anda sering menggunakan handphone pada saat jam pelajaran di sekolah?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

6.      Menurut Anda apakah handphone merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

7.      Apakah penggunaan handphone membuat Anda merasa malas belajar?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

8.      Apakah Anda merasa adanya perubahan positif setelah menggunakan handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

9.      Apakah Anda merasa adanya perubahan negarif dalam penggunaan handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

10.  Apakah Anda merasa ketergantungan terhadap handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

11.  Apakah waktu belajar Anda lebih banyak dibandingkan dengan memainkan handphone (SMSan)?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

12.  Apakah Anda pernah termasuk 10 besar di kelas?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

13.    Apakah setelah Orang Tua Anda mengetahui nilai raport Anda menurun mereka mengambil atau menyita handphone Anda?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

14.  Apakah Anda mengisi waktu luang anda dengan membahas pelajaran dan tidak bermain handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

15.  Apakah handphone merupakan salah satu alat motivasi belajar Anda?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

16.  Bisakah Anda mengurangi sedikit kebiasaan memainkan handphone secara berlebihan?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

17.  Apakah Anda bisa untuk sementara waktu tidak memegang handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

18.  Sanggupkah Anda hidup tanpa sebuah handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

19.  Menurut Anda, apakah dengan cara menyibukkan diri Anda mengikuti les-les (bimble) diluar jam sekolah, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kebiasaan memainkan handphone?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu

20.  Setujukah Anda dengan adanya larangan membawa handphone ke sekolah?

a.       Ya
b.      Tidak
c.       Ragu-ragu
 
Sumber : http://novariant.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar